VGA Workstation vs Gaming (1)

Posted: January 11, 2009 in Komputer

0928690cbaBanyak sekali yang tidak mengenal jenis VGA card ini, workstation. Tak heran, mungkin karena memang pasarnya yang sedikit dan harganya bisa dibilang selangit dibandingkan dengan VGA gaming dimana Indonesia tidak pernah ketinggalan jenis terupdate dari masing-masing vendor, ATI dan NVIDIA. Banyak juga orang yang salah kaprah dengan kedua jenis VGA ini, kadang beranggapan jika VGAnya (gaming) kelas teratas maka untuk menjalankan software-software CAD (computer-aided design) seperti autocad, solidworks, catia, autodesk inventor, pro-e, unigraphics dan 3d modeling seperti 3dsmax dan maya, akan memberikan hasil yang sama maksimal dengan gaming. Padahal kedua aplikasi ini menjalankan grafik dengan metode yang sangat bertolak belakang.VGA card jenis ini tidak memberikan hasil yang begitu maksimal pada gaming namun akan memberikan hasil yang spektakuler pada software-software CAD dan 3d modeling yang tidak akan didapat di VGA gaming. Tidak akan banyak ditemukan bahasan mengenai VGA workstation ini, mengenai benchmarknya ataupun performance yang diberikannya, karena kebanyakan para professional di bidang ini melihat dengan kriteria lain. Contohnya, para engineer ataupun 3d modeler menggunakan rekomendasi yang diberikan oleh masing-masing developer software, feature-feature yang support dengan VGA dan bahkan berdasarkan pengalaman dari para professional ini dibandingkan dengan tes performa.

Banyak orang yang mengatakan bahwa perbedaan utama antara 3d gaming dan aplikasi professional terletak di API (Application Programming Interface) yang digunakan. Kebanyakan aplikasi game bekerja melalui DirectX, sedangkan professional 3D modeling dan aplikasi CAD banyak yang menggunakan OpenGL. Walaupun ada juga game berbasis OpenGL seeperti Quake 4 misalnya. Bagaimanapun, FPS rate yang dihasilkan oleh game ini sangat jauh berbeda dengan aplikasi professional. Kelas tertinggi VGA gaming dapat sangat mudah memberikan performance yang mengagumkan dengan kualitas image maksimal, namun tak akan berdaya di aplikasi 3ds max, Maya, Lightwave, Catia, Solidworks atau AutoCAD. Oleh karenanya banyak yang salah persepsi, bukan hanya API yang digunakan tetapi beban dari aplikasi gaming dan professional benar-benar berbeda.

Kedengarannya memang gila, bagaimana mungkin VGA gaming teratas tak berdaya dengan aplikasi professional. Yang harus benar-benar dipahami oleh para pengguna komputer adalah aplikasi game merupakan aplikasi yang sangat simpel. Merupakan aplikasi yang hanya menjalankan frame per frame dari setiap skenario yang ada dengan texture warna dan efek shader yang mengesankan hanya dalam ruang dua dimensi sehingga memberikan efek kedalaman (depth) dan jarak hanya dengan permainan warna dengan penskalaan yang bisa dibilang hanya untuk memberikan efek berjalan bagi si pemain, dimana aplikasi professional terdiri dari beberapa poligon dalam ruang tiga dimensi dengan jarak dan kedalaman yang sangat akurat dan mendekati kondisi nyata.

Aplikasi professional bekerja dengan cara yang berbeda dengan game. Para engineer dan designer pada umumnya menggunakan tiga koordinat atau dalam konteks grafis menggunakan tiga skenario yang menampilkan banyak sekali poligon hingga terbentu benda yang dibuat. Walaupun begitu dalam proses keseluruhannya para professional tersebut tetap membutuhkan efek dan penteksturan tetapi biasanya berada dalam tahap terakhir dari sebuah model yang dibuat, itupun proses rendering tersebut lebih melibatkan kerja prosessor sehingga tidak bergantung pada kapasitas VGA seperti layaknya aplikasi game. Selain itu, feature yang sangat dibutuhkan oleh aplikasi professional adalah performa tinggi pada konteks geometris dari sebuah VGA karena akan sangat dibutuhkan bagi para professional tersebut. Contohnya adalah efek deformasi yang ingin dilihat oleh engineer dalam design sebuah produk merupakan konteks geometris yang sangat kental. Jadi, parameter kunci dari sebuah VGA workstation atau professional adalah geometric GPU (Graphic Processing Unit) performance dimana VGA gaming lebih mementingkan kecepatan penteksturan dan performa shader. Selain itu, VGA workstation kebanyakan memiliki support hardware anti-aliasing dan beberapa feature lainnya yang membantu meningkatkan kinerja tampilan model 3d yang tidak dibutuhkan oleh aplikasi game sehingga tidak terdapat di VGA gaming.

Ciri khas lainnya dari VGA workstation adalah driver OpenGL yang teroptimasi untuk aplikasi-aplikasi professional. VGA workstation memang didisain untuk penggunaan khusus. Dalam hal ini bukan hanya performa dalam proses model poligon tetapi juga keakurasian tampilan yang dihasilkan merupakan hal yang tidak kalah penting. Dengan kata lain, engineer, designer, 3d artist atau animator membutuhkan gambar hasil yang akurat di monitor, tanpa pengurangan atau simplikasi seperti yang terjadi pada VGA gaming karena demi mengejar FPS rate yang memuaskan. Itu berarti, VGA workstation tidak akan mengorbankan kualitas untuk performa, inilah prinsip yang membedakan dengan VGA game. Ada hal lain yang juga cukup signifikan. VGA workstation membutuhkan sertifikasi dari para developer aplikasi 3D untuk menjamin bahwa VGA workstation yang dibuat telah di uji di aplikasi-aplikasi 3D. Hal ini yang menjadi salah satu penyebab mengapa VGA workstation memiliki harga 2 kali lipat dibandingkan VGA game. VGA workstation merupakan satu kesatuan antara hardware dan software dimana dijamin penuh melalui sertifikasi dari para developer aplikasi 3D.

Selain fitur-fitur yang sudah saya sebutkan di atas, kebanyakan VGA workstation apalagi yang high-end dilengkapi dengan output port dan connector yang berbeda. Yang pertama adalah DVI port pada VGA workstation mensupport Dual-Link technology dimana mampu menampilkan 9-megapiksel monitor dengan resolusi mencengangkan, 3840×2400. Kedua, VGA workstation ada yang dilengkapi dengan stereo out untuk kacamata stereoscopic. Dengan kacamata ini kita mampu melihat model 3D layaknya kita berada didalam ruang 3D tersebut contohnya adalah model reservoir oil/gas pada struktur bumi yang dipakai para geology engineer. VGA workstation terbaru juga dilengkapi deng teknologi GenLock dan FrameLock. Genlock adalah teknologi untuk mensinkronisasi sinyal yang dihasilkan VGA dengan sumber eksternal dimana biasanya digunakan pada aplikasi video transmitting. Implementasi dari teknologi FrameLock adalah cluster visualization principles dan sinkronisasi saluran dari beberapa workstation untuk menghasilkan display virtual yang besar. Selanjutnya, bahasan mengenai benchmark antara VGA workstation vs gaming. Kita akan lihat betapa high-end VGA gaming tak berdaya pada aplikasi 3D bahkan dikalahkan oleh low-end VGA workstation… sabar yaaah…

Comments
  1. azraffi says:

    saya seorang interior designer dan masih dalam study di local malaysia universiti..dalam pembelajaran saya, saya menggunakan CAD software seperti 3ds max dan autocad…dan saya memerlukan komputer yg bagus dalam melancarkan kerja saya…saya tahu, dalam menggunakan software CAD ini, memerlukan penggunaan graphic card yg terbaik sperti software 3ds max yg memerlukan graphic card yg berkuasa tinggi untuk melancarkan kerja-kerja modeling dan render dan graphic card workstation seperti quadro fx adalah jawapannya. walaubagaimanapun, saya masih tidak mampu utk memiliki graphic card workstation in yg harganya mencecah ribuan ringgit hingga belasan ribu dan memaksa saya hanya menggunakan gaming graphic card dalam menjalankan kerja CAD…apakah graphic card gaming yang paling sesuai dan yg terbaik utk menjalankan kerja kerja CAD ini seperti 3ds max??…P

    • fauzanahmad says:

      Pada aplikasinya anda masih bisa menggunakan VGA gaming biasa. Sebenarnya bukanlah major issue. Mungkin hanya minor problem yang akan anda temukan di kemudian hari. Jadi anda masih bisa menggunakan VGA tsb, tidak masalah. Kecuali jika 3D yang anda kerjakan membutuhkan pengerjaan yang sangat detail atau akurasi yang sangat tinggi dengan jumlah geometri yang banyak… maka saya sarankan anda menggunakan VGA workstation.

  2. azraffi says:

    ok..saya faham..cume saya ingin tahu apakah graphic card gaming yg terbaik yg berada si pasaran ketika ini?

    • fauzanahmad says:

      The competition is never ending. saat ini vga gaming tbaik dipegang oleh atihd 58xx series. tp nvidia sbentar lg mengeluarkan tandinganya. kita tunggu saja.

      Pada Sen, 05 Okt 2009 17:19 WIB

  3. romi says:

    yang cocok spek untuk 1 kom, kalau VGa fireGL cuma V3600, gimana? Kalau dibandingkan VGA game 4870 X2 gimana?

  4. abdul latif says:

    oh, gitu ya jadi ngarti..
    thanks for share

  5. kuncrut says:

    saya seorang mahasiswa jurusan arsitektur. Saya mau nanya, kira-kira kalo spek komputer saya :
    Intel Core i7 860 2.80 Ghz
    VGA HIS Radeon HD5770 1GB DDR5
    RAM 4GB

    kira-kira dengan spek komputer diatas, cukupkah untuk memakai autocad ? tentunya dengan pemakaian autocad untuk mahasiswa, bukan untuk pemakaian designer yang sudah profesional. Karena VGA professional harganya terlalu mahal bagi saya.

    Terima kasih sebelumnya

  6. edo says:

    greetings all, ane beberapa minggu ini juga cari info soal VGA gaming yang mumpuni buat CAD. tapi sudah ga trlalu putar otak buat cari solusinya.

    kalo prespektif ane yang utama bukan vga-card melainkan procie yang bandel macem AMD. ane sekarang ada join proyek sama kontraktor besar, mereka garap CAD pake Mac dan itu cukup mumpuni buat detail CAD 7tower apartment.

    logikanya coba lihat spek platform Mac di pasaran, Mac dengan dual procie xeon cuma ditanem ATI Radeon 55xx. boleh diadu sama PC yg pake VGA firepro/quadro mid-end.

    jadi sekarang ane pake dual (crossfire) VGA gaming ATI radeon 58xx, maklum, ane punya usaha woodworking, bukan enterprise macem pixar yg pake mungkin VGA prof yang harganya puluhan juta rupiah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s